Senin, 21 Januari 2019

Belajar di zaman Hoax

Tidak bisa dipungkiri dengan melesatnya kemajuan teknologi komunikasi,  media informasi yang semakin beragam sedikit banyak merubah pola belajar kita.  Semua serba digital,  Paperless atau sudah tidak menggunakan kertas lagi.  Kita dimanjakan oleh mesin pencari untuk menemukan sesuatu yang baru.
setiap orang bisa menulis dan menebarkan informasi lewat online. WAG,Blog, Facebook, twitter dan lain-lain, hampir tidak ada yang mengendalikan kecuali dirinya sendiri. maka dari itu diperlukan kecerdasan literasi untuk menyikapinya. kecerdasan literasi tidak datang dengan sendirinya. semua harus dilatih dengan rajin membaca, membaca semua buku, referensi dan lain2
Pengetahuan harus senantias di up grade, belajar menganalisis masalah. karena banyak orang termakan berita HOAX,

Senin, 25 April 2016

Belajarlah dari Ahlinya

Sebagai manusia pembelajar kita jangan merasa cepat puas dengan ilmu yang telah kita  pelajari dan kuasai. karena kalau sudah merasa cukup bagi seorang pembelajar berarti stop sampai disitu. Merasa cukup, merasa bisa adalah kesombongan pembelajar. Dan rasa itu akan muncul secara tiba-tiba, jika kita tidak bisa mengendalikannya akan merusak landasan berpikir kita selanjutnya. Ilmu baru yang akan masuk akan susah dipahami karena otak sudah merasa bisa, maka pada titik inilah seorang pembelajar harus terus memupuk semangatnya sebagai pembelajar.
Untuk meminimalisir kesombongan belajar, seorang pembelajar harus mempunyai guru atau berguru pada ahlinya. karena seorang pembelajar harus mempunyai mentor untuk menyerap ilmunya.  bagi seorang pembelajar adanya guru dan ahli sangat diperlukan, memang ada ilmu yang dipelajari secara otodidak, tetapi itu harus punya landasan kuat, karena ilmu otodidak jika melenceng jauh akan terjerumus pada kesalahan penerapan ilmu.

Selasa, 24 Maret 2015

Belajar Menjadi Pembelajar

Bagi sebagian orang mungkin cepat puas dengan apa yang telah dicapai, tetapi sifat dasar manusia yang mempunyai hawa nafsu dan tidak pernah puas. Bagi yang terbiasa berpikir positif tidak puas berarti dia harus belajar lagi lebih keras untuk mencapai tujuan.
Pada hakikatnya semua yang terjadi terhadap kita, lingkungan kita dapat dijadikan bahan untuk pembelajaran asal kita mau menjadikan hal itu sebagai sarana untuk belajar. Menjadi seorang pembelajar tidak perlu keahlian khusus cukup rasa ingin tahu yang tinggi dan mencari referensi yang tepat untuk hal yang ingin dipelajarinya.
Bagi seorang pembelajar selalu mencari hal baru untuk diketahui tentunga dalam rangka yang positif  bukan gosip. Untuk mencari tahu ada semangat yang tinggi, tidak kenal lelah dan tidak putus asa. Menjadi pembelajar tidak perlu modal besar, sekarang dengan internet segalanya bisa menjadi mudah, kecuali jika mencari referensi ilmiah ya harus memakai buku sebagai bahan pustaka.
Menjadi pembelajar harus mempunyai kesenangan membaca, karena dengan membaca dan bisa menganalisis suatu ilmu yang baru. Semakin kita banyak tahu semakin kita menyadari bahwa kita tidak banyak tahu. sebaiknya seorang pembelajar memfokuskan kepada bidang yang disenanginya. Karena mempelajari dan melakukan hal yang disenangi akan merasa enjoy serta dapat mencapai hasil yang maksimal.
Syaratnya jadi pembelajar secara sederhana ada beberapa:
1. Tidak cepat merasa puas akan hasil yang dicapai
2. Selalu ingin tahu
3. Mau mencari referansi yang akurat
4. Tidak malu untuk bertanya kepada ahlinya jika dia tidak tahu
5. Senang membaca
6. Positif Thingking
Mungkin masih banyak hal yang diperlukan untuk menjadi seorang pembelajar tetapi keenam hal diatas sedikitnya mewakili jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Sabtu, 19 April 2014

Belajar Politik

Hampir setiap jam di berbagai media menyiarkan tentang berita politik. Isu yag diangkat pun beragam, mulai dari koalisi, tim sukses, caleg stres, caleg sukses. semua dikemas dengan bahasa media yang menarik pemiarsa. Dunia politik memang khas, tiada kawan dan lawan di sana yang ada hanya kepentingan. dengan alasan visi dan misi sama ya sudah jalan bareng untuk bergabung. tapi itulah politik semua sah-sah saja, tidak bisa disalahkan, karena konsekkuensinya kita bernegara ya harus berpolitik. selama sistem kepartaiaan yang dipakai selama itu pula tawar menawar kekuasaan yang terjadi. Kadang kebanyakan orang apatis dan tidak mau terjun ke dunia politik, padahal setiap warga negara hakekatnya merupakan obyek dari politik. semua orang yang punya hak pilih harus mencoblos, walaupun angka golput tinggi, tetap saja pemerintahan berjalan karena sura rakyat yang memilih partai atau caleg. sedangkan di Pilpres suara rakyat diperebutkan dengan dalih koalisi, padahal untuk ukuran orang Indonesia saat ini, untuk presiden dilihat dari pribadinya, kadang tidak peduli apa partainya. karena memang politik di Indonesia baru tahap politik pencitraan tokoh. ya masyarakat hanya sebatas itu memilihnya. Setidaknya sebagai orang awam perlu mengerti politik sedikit, kita tidak asal milih, tidak terpengaruh pencitraan. banyak pasilitas belajar politik, kita bisa buka rekam jejak partai atau caleg-caleg yang ingin maju ke senayan atau DPRD propinsi maupun DPRD KOTA/KAB.

Selasa, 28 Januari 2014

Belajar Karakater

Berita yang hangat saat ini di berbagai media nasional adalah tentang Korupsi. Hampir tiap saat ditayangkan penagkapkan koruptor, persidangan, jadi saksi, keluarga yang menjenguk tersangka. Beritanya dikemas dengan sedemikian rupa. Jika merunut ke belakang korupsi disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya saja mental korup yang sudah tertanam dalam jiwa. Benarkah sedemikian parah mental orang Indonesia sampai siapa pun dapat terjerat oleh tipu daya korupsi, bahkan yang mengerti agama sekali pun. Akhirnya yang menjadi sorotan utama adalah karakter. karakter individu yang terbentuk oleh lingkungan dan pendidikan. Padahal pendidikan di semua jenjang mengajarkan nilai-nilai kebaikan, bahkan mencontek saja tidak boleh, apalagi sampai mencuri, menipu. Pendidikan karakter menjadi menu utama di sekolah, terus ada jaminan akan menumbuhkan karakter yang baik jika dilingkungan sosialnya belum tertata dengan baik.

Selasa, 08 Mei 2012

Beasiswa S-2 Matematika di Paris


KOMPAS.com — The Jacques-Hadamard Mathematic Foundation, Perancis, membuka kesempatan beasiswa untuk studi matematika selama satu tahun di Paris.

Program beasiswa ini dibuka untuk mahasiswa yang sudah mengambil jurusan matematika atau yang berkaitan dengan matematika, baik di universitas di Perancis maupun negara lain. Besar beasiswa mencapai 10.000 euro setiap tahun, sudah termasuk asuransi kesehatan.

Beasiswa ini terbuka untuk semua mahasiswa dan seleksi didasarkan pada kualitas akademik dan surat rekomendasi. Pendaftaran dibuka mulai bulan Mei-10 Juni 2012. Informasi selengkapnya bisa dilihat di www.fondation-hadamard.fr. http://edukasi.kompas.com/read/2012/04/25/11495582/Beasiswa.S-2.Matematika.di.Paris.Minat


Jumat, 04 Mei 2012

Upaya Sekolah Untuk Meningkatkan Percaya Diri Siswa


Sangat sering kita mendengar  ungkapan percaya diri atau PD aja lagi, dibalik ungkapan itu sungguh banyak terkandung  makna yang dapat mengantarkan kita pada kunci kesuksesan.   Percaya diri tidak muncul dengan spontan tetapi ada proses dalam pencapaiannya, rasa percaya diri harus dipupuk supaya dapat berkembang  dengan baik.  Tingkatan percaya diri setiap orang berbeda-beda, ada yang kurang percaya diri, tetapi ada juga yang terlalu percaya diri (over confident), tentunya yang baik adalah percaya diri yang proposional.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan ikut andil besar  dalam menumbuhkan percaya diri, apalagi sekarang ini pemerintah sedang memprogramkan pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah di semua tingkatan. Salah satu karakter yang dikembangkan  adalah mandiri, sedangkan mandiri merupakan sikap yang tidak tergantung kepada orang lain dan percaya kepada kemampuan diri sendiri.  Untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa,  sekolah mengupayakan beberapa kegiatan antara lain:

Senin, 12 Maret 2012

Kualitas sekolah = / tdk = Nilai UN Tinggi

Mengapa Nilai Siswa yang tinggi menjadi patokan bahwa sekolah dianggap mempunyai sistem pembelajaran yang bagus?
Masalah ini tidak terlepas karena warisan sistem pendidikan masa lalu yang lebih mementingkan hasil atau rangking dalam menilai prestasi siswa, dengan kata lain pembelajaran di nilai oleh hasil bukan dengan proses pembelajaran tersebut. Paradigma tersebut telah turun temurun di wariskan sehinggi sangat sulit dihapus pada sistem pendidikan sekarang ini. Nyatanya masyarakat sangat senang dengan pemeringkatan sekolah berdasarkan hasil nilai ujian siswa.
Ironisnya dalam buku raport yang sekarang tidak ada sistem rangking tetapi pada ujian nasional secara resmi Dinas Pendidikan mengeluarkan peringkat sekolah berdasarkan nilai rata2 ujian nasional siswa. Akibatnya banyak tekanan kepada pihak sekolah untuk meraih nilai ujian yang bagus yang terkadang sangat membebani dan memaksakan kehendak kepada siswa. Kita sepakat bahwa hasil belajar harus tetapi tidak selalu dibebankan kepada satu jenjang kelas terakhir para siswa. Siswa digenjot dan drill soal2 UN semenjak pagi sampai petang, bahkan menambah les sendiri sampai, bagi mereka waktu adalah mengerjakan soal2 UN. Para siswa kadang kehilangan gairah untuk bermain. Dan peluang itu ditangkap dengan jeli oleh para pengelola bimbel.
Karena sistem UN yang ada sekarang setiap stakeholder kebagian imbasnya, bahkan orangtua pun ikut2an memakasa anak mempunyai nilai tinggi dengan instan di kelas terakhir. Dua tahun terakhir kelulusan siswa tidak hanya ditentukan oleh kelas terakhir tetapi nilai dua tahun terahkir pun menyumbang 40% terhadap kelulusan. Sayangnya peraturan itu diterjemahkan oleh sekolah nakal dengan mark up nilai 2 tahun sebelumnya, bahkan ada sekolah yang mengadakan remidi pada siswa yang pada tahun lalu belum mencapai KKM. (bersambung)

Sabtu, 31 Desember 2011

Sekolah Pluralisme

Semua orang di dunia ini berhak mengenyam pendidikan, baik formal maupun non formal. Dalam hal ini pendidikan formal sangat berperan kepada aspek kehidupan manusia. Pendidikan formal melembaga biasanya berbentuk sekolah yang terdiri dari SD sampai dengan Perguruan Tinggi. Dengan semangat kesetaraan semua orang dipandang berhak bersekolah atas pilihannya sendiri.
Pada masa kini sekolah cenderung sektarian berbasis agama atau umum, sekolah umum biasanya hanya sekolah negeri. ke depan kami memimpikan sekolah untuk semua yang tidak mengatasnamakan agama, ras atau golongan. di dalamnya hanya mendidik karakter yang baik, humanis. saling menghargai dan berbagi dalam pengetahuan. para siswa boleh berkspresi, para guru boleh bereksperimen untuk menggapai ilmu yang bermanfaat dan tepat guna. soft skill dan hard skill meraka diasah dengan baik, dan lebih penting para siswa mempunyai rasa percaya diri dan keyakinan akan keberhasilan dirinya.
Sekolah berbasis pluralisme adalah sekolah masa depan

Minggu, 03 Juli 2011

Beasiswa Amelia Earhart untuk 35 Perempuan

KOMPAS.com - Amelia Earhart menyediakan beasiswa bagi para perempuan berbakat untuk mengejar studi lanjutan di bidang yang biasanya didominasi kaum laki-laki, dari hal yang berkaitan dengan ilmu kedirgantaraan dan teknik, melalui program "Amelia Earhart Fellowship". Beasiswa ini memungkinkan para perempuan untuk melakukan penelitian mereka di suatu negara, membeli buku-buku mahal dan bahan-bahan sumber daya, dan berpartisipasi dalam studi khusus di seluruh dunia. Penerima Amelia Earhart selama ini telah meeningkatkan karirnya dengan menjadi astronot, insinyur aerospace, astronom, profesor, ahli geologi, pemilik bisnis, pimpinan perusahaan, bahkan Sekretaris Angkatan Udara AS.

Persyaratannya, beasiswa ini berlaku bagi perempuan yang tengah menempuh gelar doktor dengan catatan akademis unggul di bidang kedirgantaraan. Batas waktu bagi yang berminat mengajukan aplikasi, 15 November 2011. Informasi selengkapnya bisa melayangkan e-mail ke programs@zonta.org atau mengaksesnya di situs www.zonta.org.

Didirikan pada tahun 1938 untuk menghormati pilot terkenal dan Zontian, Amelia Earhart, Amelia Earhart Fellowship diberikan setiap tahun bagi perempuan yang mengejar gelar doktor di bidang kedirgantaraan yang terkait ilmu dan kedirgantaraan. Fellowship sebesar 10.000 dollar AS, diberikan kepada 35 Fellows di seluruh dunia setiap tahun, dapat digunakan di setiap universitas atau perguruan tinggi.

Share
36

Beasiswa Amelia Earhart untuk 35 Perempuan

KOMPAS.com - Amelia Earhart menyediakan beasiswa bagi para perempuan berbakat untuk mengejar studi lanjutan di bidang yang biasanya didominasi kaum laki-laki, dari hal yang berkaitan dengan ilmu kedirgantaraan dan teknik, melalui program "Amelia Earhart Fellowship". Beasiswa ini memungkinkan para perempuan untuk melakukan penelitian mereka di suatu negara, membeli buku-buku mahal dan bahan-bahan sumber daya, dan berpartisipasi dalam studi khusus di seluruh dunia. Penerima Amelia Earhart selama ini telah meeningkatkan karirnya dengan menjadi astronot, insinyur aerospace, astronom, profesor, ahli geologi, pemilik bisnis, pimpinan perusahaan, bahkan Sekretaris Angkatan Udara AS.

Persyaratannya, beasiswa ini berlaku bagi perempuan yang tengah menempuh gelar doktor dengan catatan akademis unggul di bidang kedirgantaraan. Batas waktu bagi yang berminat mengajukan aplikasi, 15 November 2011. Informasi selengkapnya bisa melayangkan e-mail ke programs@zonta.org atau mengaksesnya di situs www.zonta.org.

Didirikan pada tahun 1938 untuk menghormati pilot terkenal dan Zontian, Amelia Earhart, Amelia Earhart Fellowship diberikan setiap tahun bagi perempuan yang mengejar gelar doktor di bidang kedirgantaraan yang terkait ilmu dan kedirgantaraan. Fellowship sebesar 10.000 dollar AS, diberikan kepada 35 Fellows di seluruh dunia setiap tahun, dapat digunakan di setiap universitas atau perguruan tinggi.

Share
36

Selasa, 14 Juni 2011

Pendidikan Karakter

Kita terhenyak pada kasus yang terjadi di Surabaya, masyarakat mengusir keluarga yang mengungkap contek masal di salah satu SD di surabaya. apakah mahal sebuah kejujuran? atau mungkin kejujuran sudah tidak dihiraukan lagi. semua tetangga mengusir, orang tua temen sekolahnya pun berteriak-teriak bahwa keluarga itu harus di usir.
kejadian-kejadian seperti itu mungkin banyak terjadi, tetapi tidak terekspos media jadi semua tidak tahu. jika jujur saja susah apalagi yang diharapkan dari negeri ini. persoalannnya sangat kompleks, salah satunya tidak ada panutan di negeri ini. masayarak dalam kebingungan siapa yang mau dijadikan teladan.
Akhir-akhir ini didengungkan tentang arti penting pendidikan karakter, yang bermuara bahwa bangsa ini telah melupakan karakter bangsanya sendiri yaitu Pancasila. karakter tidak muncul dengan sendiri, tetapi gabungan dari pembawaan, kebiasaan, lingkugan dan dilakukan berulang2 jadilah sebuah karakter. karakter merupakan internalisasi dari nilai2 yang dianggap cocock oleh si individu. Pendidikan karakter jika dipelajari hanya sebatas teoritis sangat muungkin tingkat kegagalannya sangat tinggi. pendidikan karakter harus berisi implemnetasi dari karaker yang akan diinternalisasikan.

Selasa, 26 April 2011

Absen UN, Ke mana 861 Siswa DKI Ini?

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksanaan ujian nasional (UN) untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)/sederajat sudah dimulai kemarin, Senin (25/4/2011). Sebanyak 861 siswa tercatat tidak mengikuti UN hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia tersebut.
Dapat mengikuti UN susulan, asalkan mereka bisa mempertanggungjawabkan ketidak hadirannya. Mereka harus menunjukan surat dokter jika sakit.
-- Bowo Irianto

Berdasarkan data Dinas Pendidikan DKI Jakarta disebutkan, 135.137 peserta UN SMP yang terdaftar, sebanyak 134.938 siswa tercatat tidak mengikutinya. Tingkat kehadiran mencapai 99,36 persen, sementara jumlah siswa tidak hadir mencapai 861 atau 0,64 persen.

Terkait absennya para siswa peserta UN tersebut Disdik DKI masih belum bisa memastikan mereka bisa mengikuti UN susulan atau tidak pada Senin (2/5/2011) depan. Hal itu karena dinas pendidikan belum mengetahui dengan pasti kealpaan para siswa itu disertai keterangan yang jelas atau tidak.

Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto, Selasa (26/4/2011), merinci jumlah siswa SMP yang mengikuti UN sebanyak 119.641, yang hadir sebanyak 118.850 siswa atau 99,34 persen, dan yang tidak hadir sebanyak 791 siswa atau 0,66 persen. Sementara itu, siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang mengikuti UN sebanyak 15.223 siswa, hadir 15.153 siswa atau 99,54 persen, dan tidak hadir sebanyak 70 siswa atau 0,46 persen. Sedangkan kehadiran siswa SMPLB mencapai 100 persen, yakni 74 siswa.

"Peserta ujian yang tidak hadir pada hari pertama ini dapat mengikuti UN susulan, asalkan mereka bisa mempertanggungjawabkan ketidakhadirannya. Mereka harus menunjukan surat dokter jika sakit," ujarnya.

Adapun tahun ini siswa harus mendapatkan nilai minimal 5,5 pada empat mata pelajaran yang diujikan, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. Selain standar nilai UN, kelulusan siswa tahun ini juga ditentukan dari nilai rapot. Bobot nilai UN sebanyak 60 persen, sementara nilai rapot mencapai 40 persen.

Rabu, 11 Agustus 2010

Lomba Pembuatan CD Interaktif LPMP Jateng

LOMBA GURU BERPRESTASI
DI BIDANG PEMBELAJARAN MANDIRI
BERBANTUAN KOMPUTER UNTUK SISWA
JENJANG TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, DAN SMK/MAK
TAHUN 2010


Rasional
Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan (Bovee, 1997). Media pembelajaran adalah sebuat alat yang berfungsi menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media.
Bentuk-bentuk stimuIus bisa dipergunakan sebagai media diantaranya adalah hubungan atau interaksi manusia, realita gambar bergerak atau tidak, tulisan dan suara yang direkam. Kelima bentuk stimulus ini akan membantu pembelajar mempelajari bahasa asing. Namun demikian tidaklah mudah mendapatkan kelima bentuk itu dalam satu waktu atau tempat.
Teknologi komputer adalah sebuah penemuan yang memungkinkan menghadirkan beberapa atau semua bentuk stimulus di atas sehingga pembelajaran bahasa asing akan lebih optimal. Namun demikian masalah yang timbul tidak semudah yang dibayangkan. Pengajar adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk merealisasikan kelima bentuk stimulus tersebut dalam bentuk pembelajaran. Namun kebanyakan pengajar tidak mempunyai kemampuan untuk menghadirkan kelima stimulus itu dengan program komputer sedangkan pemrogram komputer tidak menguasai metode pembelajaran.
Jalan keluarnya adalah merealisasikan stimulus-stimulus itu dalam program komputer dengan menggunakan piranti lunak yang mudah dipelajari sehingga dengan demikian para pengajar akan dengan mudah merealisasikan ide-ide pengajarannya.
Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi pembelajaran. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada pembelajar. Selain itu, media juga harus merangsang pembelajar mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan mengaktifkan pembelajar dalam memberikan tanggapan, umpan balik, dan juga mendorong siswa untuk melakukan praktek-praktek dengan benar.
Multimedia pembelajaran mandiri bagi siswa adalah bahan belajar multimedia yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dalam proses pembelajaran mandiri yang berisi satu topik sajian yang utuh dari standar kompetensi dan kompetensi dasar tertentu yang dikembangkan dengan menggunakan berbagai software aplikasi (contoh: Powerpoint, Flash, Authoware, Frontpage, Photoshop, Foxpro, dll) dan atau bahasa pemrograman (contoh: Visual Basic, Clipper, dll) dan kesemuanya dikompilasi dalam satu paket aplikasi.

Persyaratan Karya
• Mencantumkan kurikulum yang digunakan, sasaran kelas/semester, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator serta petunjuk penggunaan program.
• Materi lomba merupakan satu indikator atau lebih dari standar kompetensi dan atau kompetensi dasar mata pelajaran TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK.
•Disajikan dengan menggunakan Bahasa Indonesia, kecuali mata pelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Jawa.
•Hasil karya dilengkapi dengan petunjuk penggunaan program dalam bentuk 2 sajian, yaitu print out petunjuk pengunaan dan CD (3 keping CD copy).
•Karya original dalam ide dan kreasi yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermeterai.
• Bila dalam pembuatan media, peserta perlu mencuplik karya orang lain sebagai referensi/ bahan pelengkap sajian, maka peserta harus mencantumkan sumber cuplikan tersebut.
•Setiap bahan ajar yang diikutsertakan dalam lomba bila memenuhi persyaratan akan mendapatkan panggilan untuk presentasi dan menjadi hak milik LPMP Jawa Tengah.
•Karya yang dibuat sesuai dengan mapel yang diajarkan dan jenjang sekolah dibuktikan dengan surat pernyataan mengajar dari sekolah berdasarkan mapel dan jenjang mengajar.

Desain CD Interaktif


• Judul
• Tujuan Pembelajaran
• Apersepsi
• Uraian yang komunikatif
• Contoh, analogi atau ilustrasi, serta simulasi yang relevan dan kontekstual
• Latihan, tes, dan umpan balik korektif secara kreatif.
• Relevansi dan konsistensi antara latihan/tes dan materi dengan tujuan pembelajaran
• Interaktivitas
• Efektif dan efisien dalam pengembangan maupun penggunaan multimedia pembelajaran
• Mudah digunakan dan sederhana dalam pengoperasiannya.
• Ketepatan pemilihan jenis aplikasi/software/tool untuk pengembangan.

Pendaftaran
•Mengisi formulir yang sudah disiapkan di Seksi Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) LPMP Jawa Tengah atau melalui website: www.lpmpjateng.go.id
•Persyaratan karya disertakan dalam amplop ukuran folio, ditujukan kepada PANITIA LOMBA GURU BERPRESTASI DI BIDANG PEMBELAJARAN MANDIRI BERBANTUAN KOMPUTER UNTUK SISWA JENJANG TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK (RUANG INFORMASI TEKNOLOGI ) LPMP JAWA TENGAH.
Formulir pendaftaran dan persyaratan lomba diantar langsung atau dikirim melalui pos ke panitia lomba paling akhir 23 Oktober 2010 (Cap Pos)
•Pendaftaran tidak dipungut biaya.

Kegiatan Lomba
. 175 peserta yang lolos seleksi administrasi dan persyaratan lomba akan dipanggil ke LPMP Jawa Tengah untuk mempresentasikan bahan ajarnya pada tanggal 03 s/d 04 November 2010.
• Bila perlu menggunakan software khusus diperbolehkan membawa sendiri.
• Kegiatan lomba menggunakan sistem gugur atau babak penyisihan
Biaya akomodasi dan konsumsi selama di LPMP Jawa Tengah ditanggung oleh panitia.
• Ketentuan dan keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

( bagi peserta yang sudah mengirimkan hasil karya diberikan kesempatan untuk memperbaiki hasil karyanya sesuai batas waktu tersebut diatas )

Peserta
• Guru JENJANG TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK dan sederajat se Jawa Tengah
• Lomba bersifat perorangan.


HADIAH LOMBA
JENJANG:
1. TK/RA/SD/MI :
Juara I : NETBOOK, PIALA, SERTIFIKAT + UANG PEMBINAAN
Juara II : NETBOOK, PIALA, SERTIFIKAT + UANG PEMBINAAN
Juara III : NETBOOK, PIALA, SERTIFIKAT + UANG PEMBINAAN
2. SMP/MTS :
Juara I : NETBOOK, PIALA, SERTIFIKAT + UANG PEMBINAAN
Juara II : NETBOOK, PIALA, SERTIFIKAT + UANG PEMBINAAN
Juara III : NETBOOK, PIALA, SERTIFIKAT + UANG PEMBINAAN
2. SMA/MA/SMK/MAK :
Juara I : NETBOOK, PIALA, SERTIFIKAT + UANG PEMBINAAN
Juara II : NETBOOK, PIALA, SERTIFIKAT + UANG PEMBINA
Juara III : NETBOOK, PIALA, SERTIFIKAT + UANG PEMBINAAN


Sekretariat Lomba
RUANG INFORMASI TEKNOLOGI (IT)
LPMP JAWA TENGAH

Jl. Kyai Mojo Srondol Kulon Semarang 50263
Telp. (024) 7474192 Fax. (024) 7479261
Email: lpmp-jateng@lpmpjateng.go.id


Contact Person
1. Mulyanto : 081 225 12 002
2. Putut J. Wibowo : 085 626 677 15
3. Abi : 081 6666 776

Download
Formulir Lomba
Pengumuman

Minggu, 11 Juli 2010

Sepakbola dan Pendidikan bag 1

Sebuah tim sepakbola bisa diibaratkan sebuah kelas dalam pendidikan dimana di dalamnya ada orang yang terus ingin berkembang dengan tujan yang jelas memenangkan suatu pertandingan atau meraih nilai tinggi.
dalam Tim ada seorang pelatih (coach) dalam kelas ada seorang guru, pelatih memberikan motivasi serta inspirasi bagi permainan tim, dia mengarisiteki strategi menyerang atau bertahan tetapi di lapangan pemain dibebaskan untuk berekspresi, begitu juga dengan guru di kelas dia memberikan motivasi untuk belajar demi menyerap pengetahuan dan perilaku yang baik, dia mengarahkan cara-cara mempelajari ilmu dan memberi tauladan kepada siswanya. (bersambung)

Sabtu, 10 Juli 2010

Piala Dunia dan Pendidikan

Hiruk pikuk Piala Dunia 2010 yang diselenggarakan hampir selesai, tinggala menyisakan 2 pertandingan lagi menentukan juara 1 sampai ke 4, sebagian orang terbius oleh hingar bingarnya hajatan besar yang diselenggarak 4 tahun sekali itu, tak pelak ada yang diuntungkan dan ada yang dirugikan atas tayangan langsung piala dunia di televisi, itu sudah menjadi ketetapan Alam.
Jika ditinjau dari segi pendidikan pertandingan sepak bola bisa diambil hikmahnya atau memang perilaku mereka di lapangan adalah hasil dari pendidikan dan latihan di luar lapangan. Banyak hal yang kita dapat tarik manfaatnya dari setiap pertandingan sepak bola, diantaranya adalah:
1. Setiap pemain punya tujuan yaitu Menang atau Gol dalam kata lain targetnya sudah ditentukan.
2. Setiap pemain menempati posisi masing-masing dengan tugas berbeda-beda, ada striker, gelandang, back bahkan keeper, mereka bahu membahu membangun serangan dan mempertahankan gawangnya, tapi ada hal yang unik yaitu "kesempatan" (chance) siapa yang dalam posisi baik dan mempunyai kesempatan yang baik untuk menendang bola ke gawang lawan maka dia boleh meng gol kan tidak harus mencari dimana posisi seorang striker.
3. Sportif yang dijunjung tinggi suatu permainan jika sang pengadil (wasit) telah memutuskan maka pantang dicabut dan protes dari pemain pun tidak berlebihan. (bersambung)

Kamis, 08 Juli 2010

Sekolah Favorit

Tahun ajaran baru merupakan tahun sibuk bagi para orangtua yang mempunyai anak yang akan masuk sekolah, dari mulai playgrup sampai SMU. Banyak pilihan sekolah bisa negeri atau swasta, tapi pilihan orangtua banyak dipengaruhi oleh segudang faktor. orangtua memilih sekolah biasanya berdasarkan nilai atau peringkat yang diperoleh oleh lulusannya, atau karena dianggap sekolah favorit. fenomena sekolah favorit ini memang sangat mencengankan, karena ternyata ukuran favorit itu berbeda-beda dan tidak jelas standarnya, sekolah di sebut favorit hanya mekanisme pasar(fanatisme konsumen/ortu).
Indikator sekolah favorit sangat banyak dan tidak terukur, biasanya terletak pada sarana fisik (bangunan yang megah), kelengkapan alat belajar, status sosial (sekolahnya anak orang kaya/pejabat), biaya yang mahal dll. ada gengsi tersendiri pada diri orangtua dan anak jika masuk sekolah favorit yang jadi impian banyak pihak, karena tidak setiap orang bisa sekolah disana. disini terjadi segmentasi pasar yang jelas bagi sekolah, walaupun sekolah negeri.

Kamis, 04 Maret 2010

Pendidikan Politik yang Menggelikan

Drama politik di negeri ini kembali hingar bingar, pada sidang paripurna DPR diputuskn secara voting bahwa ada masalah dalam pengucuran dana Bank Century. Tetapi sebelum keputusan itu diambil, banyak hal-hal yang menggelikan bahkan memalukan yang dilakukan para anggota dewan yang "terhormat", aksi saling dorong , bahkan adanya pemukulan serta kepemimpinan DPR yang terkesan terburu-buru menutup rapat. Banyak hal yang menyebabkan kejadian itu terjadi, diantaranya;pertama, kedewasaan berpolitik di Indonesia masih jauh dari harapan, ini disebabkan banyak politikus karbitan, dan masuk dunai politik hanya mengandalkan uang dan ke populeran, Kedua;
sikap saling menghargai dan toleransi antar anggota DPR sudah memudar dalam rapat-rapat paripuran yang ada hanya egoisme pribadi atau golongan, dampaknya emosi yang muncul, tanpa sadar bahwa tingkah laku mereka disorot oleh kamera televisi. Ketiga; fit dan proper test untuk menjadi calon anggota DPR sangat longgar dan sangat dimungkinkan lolos dengan kecurangan-kecurangan, terbukti banyak anggota DPR yang tidak bisa mengontrol emosi, dan secara kejiwaan memang bisa dikatakan tidak stabil.

Implikasi dari perilaku anggota DPR pada sidang itu akan berdampak besar, antara lain; televisi biasanya akan memutar ulang kejadian-kejadian itu sehingga peristiwa yang terjadi di Gedung DPR itu menjadi komoditi politik, selanjutnya kepercayaan rakyat terhadap anggota DPR akan menurun, karena banyak rakyat yang kecewa dan memungkinkan pada pemilu berikutnya angka Golput akan meningkat.

Sebetulnya hal-hal yang menggelikan dan memalukan para anggota dewan yang terhormat tidak akan terjadi jika setiap anggota DPR pertama memahami bahwa mereka memikul amanah yang besar dari para konstituennya, sehingga tidak mengedepankan ego pribadi dan golongan.kedua, mengembangkan rasa saling menghargai terhadap perbedaan karena pada esensinya mereka mempunyai satu tujuan. ketiga; belajar berpolitik secara arif, dengan tidak memunculkan emosi-emosi yang berlebihan.

Ada hal yang menggelitik atas perilaku para wakil rakyat di Senayan pada hari selasa (1/3/10), apa mungkin bahwa mereka merupakan prototipe karakter masyarakat Indonesia yang senang bertengkar, mengedepankan emosi, saling ejek dengan teman sendiri, kurang menghargai perbedaan karena mereka adalah wakil rakyat?????????????

Sabtu, 20 Februari 2010

Pendidikan Karakter

Seminggu terakhir ini headline di harian ibukota mengauk tentang aksi plagiat kalangan akademisi di negeri ini. Bahkan karya ilmiah,skripsi, thesis, desertasi pun bisa di pesan. Lembaga konsultasi ada karena ada pasaranya disini terjadi hukum ekonomi supply and demand. Kegiatan plagiarisme sangat menohok dunia pendidikan kita, pada satu sisi anggaran pendidikan merupakan anggaran paling tinggi dalam alokasi APBN tetapi besarnya angaran tidak berbanding lurus dengan iklim akademik.
Budaya instan dan budaya menerabas (menurut koentjaraningrat) sangat dominan pada masyarakat kita, semua ingin seraba cepat tanpa proses yang baik. Budaya ini tidak terlepas dari pengaruh tata nilai kehidupan masyarakat yang telah memudar terutama nilai kejujuran. Jujur adalah mata uang yang berlaku di mana-mana tetapi jujur adalah sesuatu konsep yang mudah di pahami tetapi sangat berat untuk dilakukan bagi orang yang sudah terbiasa dengan tidak jujur. Tetapi ada juga orang yang tidak bisa menghindar dari ketidakjujuran karena sistem menghendaki tidak jujur.
Karena jujur merupakan pembiasaan dan harus dengan konsep diri yang kuat, maka kejujuran harus diinternalisasikan sejak usia dini. Jika sudah tertanam dalam diri individu kejujur akan tampak dalam kepribadian dan karakter individu tersebut.Tetapi sayang pendidikan karaketer secara khusus belum termuat dalam kurikulum secara spesifik, secara umum memang ada pembentukan karakter lewat pendidikan Agama dan PKn tetapi yang tampak kedua mata pelajaran tersebut hanya sebagai kajian ilmu teoritis secara praktis sangat kurang implementasinya.
Pendidikan karakater untuk anak-anak memang sangat diperlukan demi menyelamatkan generasi di masa yang akan datang. Mempraktekan karakter bisa di mulai dari hal yang terkecil misalnya mencontek budaya ini jangan kita anggap enteng karena sekali mencontek maka penyakit ini akan datang berulang-ulang, bahkan bila tidak bisa di hentikan mencontek ini pada tingkat yang lebih tinggi akan menjadi plagiat.
Maka dari itu sewajarnyalah di sekolah lebih mengutamakan pendidikan karakter dari pada hanya mengejar angka-angka, karena akibatnya akan fatal, kita tidak bisa membayangkan jika para plagiat-plagiat ini menduduki jabatan strategis di negeri ini, korupsi akan sangat mustahil untuk di berantas, wallahu alam bisowab.